Rabu, 06 Januari 2010

Soundgarden Reuni!

Wuidih, makin komplit aja barisan band 90-an yang mantep berkumpul kembali untuk reuni. Setelah kemaren ada Stone Temple Pilots, Rage Against The Machine, dan Blind Melon dengan vokalis barunya, kini veteran grunge Soundgarden pun dikabarkan bakal berkibar lagi.

Berita ini langsung dateng dari Twitternya Chris Cornell sang (eks)vokalis. "The 12 year break is over & school is back in session. Sign up now. Knights of the Soundtable ride again! www.soundgardenworld.com," katanya. Setelah Soundgarden bubar di tahun 1997, Chris Cornell sempat solo karir dan pastinya yang masih kamu ingat gabung sama tiga personal eks Rage Against The Machine untuk membentuk Audioslave.

Setelah Audioslave bubar dan RATM reuni, Cornell juga rupanya kangen temen-temen lamanya. Mari kita tunggu sepak terjangnya di 2010!

Selasa, 05 Januari 2010

Jadwal Konser di Singapura




Happy New Year semuanya! Kayaknya harapan kita sama ya, semoga di tahun ini musik Indonesia bisa lebih maju. Tambah kualitas, ngga asal ngejual dan membodohi selera bangsa. Dan moga-moga aja banyak band luar yang jadi konser di sini, biar referensi musik kita makin terbuka dan bisa dapet influence musikalitas, bukan cuma asal trendi aja.

Kalau kemarin kita udah ngebeberin beberapa band internasional yang bakal manggung di sini, nah sekarang kita liat sedikit ke sebrang lautan yah. Seperti layaknya taun-taun lalu, negeri tetangga kita Singapura kebagian banyak banget jadwal konser artis internasional yang menggiurkan. Entah karena kondisi negara yang lebih stabil, penonton yang lebih apresiatif, atau promotor yang lebih agresif, banyak nama-nama besar yang mampir di Negeri Singa tapi ngga nyebrang ke sini.

Untuk 3 bulan ke depan, coba aja liat daftar konser berikut ini :
  • 12 Januari: Yeah Yeah Yeahs - ini konon hampir disabet Java tapi ngga kesampaian.
  • 13 Januari: Cat Power - musisi wanita sendu ini mungkin ngga banyak dikenal di sini, tapi sayang banget kalau dilewatkan.
  • 14 Januari: Green Day - sudahlah ngga usah dibahas.
  • 19 Januari: Patrick Watson - musisi indie rock Kanada yang sudah punya 3 album, terbarunya di tahun lalu.
  • 24 Januari: The Killers - sudahlah (lagi-lagi) ngga usah dibahas.
  • 26 Januari: Andrew Bird - musisi multi-instrumentalis asal Chicago, AS. yang rajin malang-melintang mengisi album artis lain.
  • 8 Februari: Echo & The Bunnymen - band Inggris senior yang banyak menjadi inspirasi band-band britpop.
  • 28 Februari: Backstreet Boys - boyband senior nih hahaha.
  • 7 Maret: Paramore - gosipnya sih band yang satu ini masih usaha mau didatengin ke sini
  • 11-21 Maret: Mosaic Music Festival, di antaranya diisi oleh Babyface, The GO! Team, Kings Of Convenience, Kool & The Gang.

Gimana tuh, ada yang menarik minat kamu? Sebenernya kalau mau mecahin celengan, bisa kok pergi dengan budget terbatas. Untuk tiket kebanyakan bisa dibeli online di SISTIC, asal belom sold out ya. Untuk transportasi bisa cari flight murah seperti AirAsia, JetStar, atau Tiger Airways. Untuk penginapan bisa di hostel atau rame-rame sewa apartemen harian. Dapet deh dengan kocek sekitar Rp 2 juta. Asal di sananya ngga belanja aja!


Lagu Lama Rage Against The Machine Jadi Jawara Tangga Lagu Inggris

Musim liburan Natal untuk industri musik Inggris punya budaya tersendiri. Gelar "Christmas Number One Single" alias menjadi nomer satu di tangga lagu Inggris di minggu libur Natal merupakan sebuah tradisi lama yang gengsinya diperebutkan banyak pihak. Karena musim libur ini merupakan saat di mana orang banyak belanja, maka para perusahaan rekaman pun makin rajin mempromosikan jualan musik mereka agar meraih popularitas dan penjualan maksimal.

Nah bukan kebetulan, empat tahun belakangan ini para peraih Christmas Number One semuanya adalah jebolan acara reality show musik The X-Factor. Memang keempat single tersebut sengaja dikeluarkan dan dipromosikan untuk meraih puncak tangga lagu di minggu Natal. Mereka adalah "That's My Goal" dari Shayne Ward (2005), "A Moment Like This" dari Leona Lewis (2006), "When You Believe" dari Leon Jackson (2007) dan "Hallelujah" dari Alexandra Burke (2008) Untuk tahun ini, lagu yang dijagokan adalah "The Climb" dari Joe McElderry.

Namun strategi penjualan tersebut ternyata mendapat perlawanan dari segelintir orang yang bosen melihat tangga lagu yang dikuasai dan diatur oleh perusahaan rekaman. Jon dan Tracy Morter, sepasang suami istri yang mempunyai visi sama, membuat Facebook group berjudul "Rage Against the Machine for Christmas No 1". Pesannya singkat dan jelas: beli lagu lama tahun 1992 milik Rage Against The Machine, "Killing In The Name" sebanyak-banyaknya di minggu Natal agar menjadi Christmas Number One.

Dan edannya mereka berhasil. Hampir satu juta orang bergabung dengan group ini, dan hasilnya lagu ini tercatat terbeli sebanyak 502.000 kopi. Lagu milik Joe McElderry hanya terjual sebanyak 450.000 kopi.

Wah ini beneran unjuk gigi era digital deh. Keliatan betapa kampanye online yang viral bisa menjadi sangat berhasil meraih perhatian orang banyak dan berhasil mencapai tujuannya. Udah gitu lagu yang dibeli pun adalah versi digital alias MP3 lho. Lewat kampanye ini yang pengen ditunjukin oleh Jon dan Tracy adalah selera pasar di era digital udah ngga bisa lagi didikte oleh label rekaman deh. Gimana dengan band kamu, lagunya udah ikutan Free Your Soul kan? Udah setengah langkah ke populer deh tuh. Lanjutin dengan bikin strategi pemasaran yang unik dan menarik. Dijamin ngga perlu biaya besar deh, cukup dengan menguasai teknologi aja. Bejibun channel buat jualan karya kamu, bisa lewat Facebook, YouTube, Twitter, MySpace, banyak deh, tinggal gimana kamu menggunakannya aja.

Band Indie Indonesia Menang Besar di Junksounds Awards!





Angkat kepalan tangan lo ke udara dan teriakkan "YEAH!!" Berkat dukungan lo semua, band-band asal negeri kita berhasil merebut titel pemenang di hampir semua kategori Junksounds Awards 2009. Dari 10 kategori, 9 diantaranya dimenangkan oleh musisi lokal kita, dan satu kategori sisa pun kita ada di posisi runner up. Menurut Junksounds, ada lebih dari 130,000 suara pemilih, dan 20% atau sekitar 26.000 ribu suara (termasuk suara lo!) berasal dari Indonesia. Walaupun secara persentase termasuk kecil, tapi band-band kita tetep menang tuh. Berarti memang bukan di negara kita aja diakui, tapi juga di negara-negara tetangga yang ikutan memilih.


Nih dia lengkapnya sederet nama lokal yang harum di dunia internasional:

  • Best Pop/Indie Rock Act (Solo/Group):
    • Winner: The S.I.G.I.T.
    • Runner Up: Pee Wee Gaskins
  • Best Hardcore/Metal Act:
    • Runner Up: Ghaust
  • Best Urban Act (Solo/Group):
    • Winner: RAN
  • Best Electronic/Fusion Act:
    • Winner: Goodnight Electric
  • Best Live Act (Solo/Group):
    • Winner: The S.I.G.I.T.
    • Runner Up: Pee Wee Gaskins
  • Best Acoustic Act (Solo/Group):
    • Winner: EndahNRhesa
    • Runner Up: The Trees and The Wild
  • Best Breakthrough Act (Solo/Group):
    • Winner: Monkey To Millionaire
  • Most Promising Act (Solo/Group):
    • Winner: Monday Math Class
    • Runner Up: The Wispy Hummer
  • Song of The Year:
    • Winner: "Honeymoon On Ice", The Trees and The Wild
  • Album/EP of the Year:
    • Winner: The S.I.G.I.T, Hertz Dyslexia
    • 1st Runner Up: Monkey To Millionaire, Lantai Merah
    • 2nd Runner Up: Trees And The Wild, Rasuk


Sekali lagi selamat buat semua pemenangnya! Jangan lupa dukung terus mereka, gabung di Facebooknya, follow Twitternya, hadiri show-shownya, dan beli karya-karyanya yang asli. Jangan lupa perkenalkan juga nama-nama di atas ke temen-temen lo yang belom kenal mereka, jangan sampai dunia internasional udah memberi pengakuan tapi di dalam negeri ga diapresiasi dengan benar.