Seneng rasanya kalo ada artis/band luar dateng ke sini, apalagi kalo sekaligus beberapa dalam satu acara. Nah hari Minggu kemaren ada tiga yang satu panggung tuh di JCC: Lenka, Raygun, dan The Ataris. Yang satu penyanyi cewek dari Australia yang lagi naik daun, yang satu band Inggris yang belum terlalu punya nama di sini, dan yang terakhir band punk legendaris dari Amerika Serikat. Jam 8 kurang, Raygun tampil duluan. Sebagai "anak bawang" mereka tampil cukup santai dan enjoy, ga terlalu beban kali ya. Sambutan penonton juga ngga terlalu meriah mengingat ga gitu banyak yang kenal, tapi mereka tampak cuek dan terus bermusik. Hits mereka "Just Because" tentu aja ngga lupa dimainin.
Berikutnya Lenka! Membuka show dengan "Don't Let Me Fall" dan dengan cantiknya hadir dengan selendang batik (yang katanya dia beli bekas dari pramugari). Penampilan yang simple sungguh sangat menghibur setelah sebelumnya kuping puas dengan distorsi. Tidak hanya menyanyi, Lenka pun mempertunjukkan kebolehannya memainkan keyboard, tambourine dan bahkan trumpet. Multi talenta juga ternyata cewek ini! Ada 1 juga yang berhasil mencuri perhatian sepanjang penampilan dari Lenka, yaitu sang drummer yang notabene cewe. Well, keseluruhan dari Lenka yang manis dan band pengiringnya memang sukses menghipnotis yang hadir di JCC. Tapi yang sangat disayangkan adalah sedikitnya set list yang dibawakan, hanya 6 lagu saja!
Selesai Lenka, The Ataris langsung kembali memberikan music full distorsi. Anehnya lagi kali ini mereka cuma tampil bertiga dan tampak kurang persiapan. Sound yang jelek, penampilan kurang atraktif dan minimnya lighting di atas panggung bikin suasana rada bosan buat yang gak begitu ngefans. Mereka lebih terlihat main, main dan main saja, kurang sekali komunikasi dengan penonton. Untungnya buat fans berat The Ataris ini ngga terlalu masalah, yang penting mereka bisa liat langsung Kris Roe dkk dan nyanyi bareng. Bahkan ada beberapa orang yang melakukan moshing yang bikin suasana lebih terasa panas. Terlepas dari beberapa problem kayak sound yang kurang, seru banget nonton tiga artis yang beda-beda aliran di satu panggung. Dan yang jelas moga-moga mereka bisa ngasih kabar baik ke temen-temennya di negara asalnya: manggung di Indonesia itu seru!
Berikutnya Lenka! Membuka show dengan "Don't Let Me Fall" dan dengan cantiknya hadir dengan selendang batik (yang katanya dia beli bekas dari pramugari). Penampilan yang simple sungguh sangat menghibur setelah sebelumnya kuping puas dengan distorsi. Tidak hanya menyanyi, Lenka pun mempertunjukkan kebolehannya memainkan keyboard, tambourine dan bahkan trumpet. Multi talenta juga ternyata cewek ini! Ada 1 juga yang berhasil mencuri perhatian sepanjang penampilan dari Lenka, yaitu sang drummer yang notabene cewe. Well, keseluruhan dari Lenka yang manis dan band pengiringnya memang sukses menghipnotis yang hadir di JCC. Tapi yang sangat disayangkan adalah sedikitnya set list yang dibawakan, hanya 6 lagu saja!
Selesai Lenka, The Ataris langsung kembali memberikan music full distorsi. Anehnya lagi kali ini mereka cuma tampil bertiga dan tampak kurang persiapan. Sound yang jelek, penampilan kurang atraktif dan minimnya lighting di atas panggung bikin suasana rada bosan buat yang gak begitu ngefans. Mereka lebih terlihat main, main dan main saja, kurang sekali komunikasi dengan penonton. Untungnya buat fans berat The Ataris ini ngga terlalu masalah, yang penting mereka bisa liat langsung Kris Roe dkk dan nyanyi bareng. Bahkan ada beberapa orang yang melakukan moshing yang bikin suasana lebih terasa panas. Terlepas dari beberapa problem kayak sound yang kurang, seru banget nonton tiga artis yang beda-beda aliran di satu panggung. Dan yang jelas moga-moga mereka bisa ngasih kabar baik ke temen-temennya di negara asalnya: manggung di Indonesia itu seru!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar