Kamis, 19 November 2009

JakJazz 2009

Masih tentang pesta musik lagi, dan masih dari ranah jazz lagi. Setelah Jazz Goes To Campus pada hari Minggu 29 November, minggu depannya ada lagi gelaran Jakarta International Jazz Festival alias JakJazz 09, tepatnya pada 4-6 Desember 2009.

Festival ini udah memasuki usianya yang ke-11, dan kali ini akan digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Untuk event ini karena kelasnya internasional, kamu kudu ngerogoh kocek lebih dalam: Rp 250.000 untuk tiket harian atau Rp 600.000 untuk tiket terusan 3 hari, tapi ada tiket pelajar Rp 150.000 per hari yang bisa dibeli langsung di kantor JakJazz, silakan telpon ke (021)5720417.

Ireng Maulana, sang pemrakarsa acara ini sejak tahun 1988 pastinya bakal manggung, ditemani nama-nama seperti Benny Likumahuwa, Syaharani, Didiek SSS dan lain-lain. Dari sebrang lautan bakal ada Dave Valentin, Richie Flores, RTM Jazz Orchestra, Curtis King Blues Band, Galaxy Big Band dan lain-lain.

Buat yang mau nyantai atau malah mau nontonin manusia dengan skill musik tingkat dewa-dewa, di sini nih tempatnya!

Rabu, 18 November 2009

Jazz Goes To Campus 2009

Lagi lagi pesta musik! Setelah kemarin kayaknya semua genre dari pop, soul, rock, indie, udah pada dapet giliran semuanya, kali ini giliran jazz dong! Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia bakal kembali menggelar hajatan tahunan mereka, Jazz Goes To Campus, untuk yang ketigapuluhdua kalinya, wow. Tema tahun ini adalah "sense of rejuvenation", maksudnya adalah menemukan kembali esensi yang menyegarkan dari musik jazz itu sendiri.

Acaranya seperti biasa akan digelar di kampus Fakultas Ekonomi UI, Depok. Siapa yang bakal main? Wah silakan lihat sendiri deh daftar panjaaang di bawah ini.
• Balawan Quartet feat. Didiet Violin, Barry Likumahuwa, & Ireng Maulana
• Olivia Ong & 02Q (Singapore)
• Tokyo Blue (Malaysia)
• YWF (Yovie Widianto Fusion Band)
• ESQI:EF (Syaharani and The Queenfireworks)
• Maliq & d’Essentials
• Barry Likumahuwa Project feat. Mergie Segers
• écoutez!
• KULKUL feat. Hendri Lamiri
• Andre Hehanusa and 20:20 Star
• Nita Aartsen feat. Steve Wilson and Oele Pattiselanno
• Sketsa • 21st Night
• Endah N Rhesa
• Soulvibe
• Indro Hardjodikoro Trio
• Indra Aryadi and Friends feat. Brinets
• GSI Instructors
• Jakarta Broadway Team
• Starlite
• BAG Trio (Bram, Aldhi, Gerald Trio)
• New Season
• Notturno
• Eriksondhy Project
• Children Workshop with Benny Likumahuwa & Idang Rasjidi
• Jazz Competition Winners (1, 2, 3)
• Beben Jazz & Friends
• Jazz Chic’s
• Prorejected
• BSO Band FEUI
• 1st Impression (Margo Friday Jazz)
• ITJazz
• Klab Jazz Bandung

Puas ngga tuh? Catet tanggalnya 29 November 2009, dengan harga tiket early bird IDR 37.000 dan IDR 40.000 sejak H-2. Untuk info lebih lanjut kontak 021 9327 6263 atau 08561894040 dengan Tata, atau buka website mereka di http://jazzgoestocampus.net atau Facebooknya.

Senin, 16 November 2009

Pesta Musik Akbar A La Jogja

Penikmat musik di Yogyakarta dan sekitarnya pada tanggal 13-15 November kemaren kena giliran dapat santapan musik sedap: Locstock Fest alias Local Stock Music Festival 2009. Lebih dari 100 band unjuk kebolehan di kota gudeg tersebut. Stadion Kridosono menjadi lahan gelaran budaya besar-besaran ini. Bukan cuma pentas musik, namun berbagai booth dan stand kreatif hadir memenuhi lapangan. Biaya masuknya? Cuma enam ribu perak!

Pada hari Jumat acara dibuka oleh Walikota Yogyakarta Herry Zudiant, dengan cara nge-rap! Hahaha unik dan trendy juga Bapak Walikota ini. Hari pertama ini banyak diisi dengan warna rock dan metal, dengan persembahan puncak dari Endank Soekamti dan The Rain. Hari kedua lagi-lagi banyak diisi oleh band indie yang mungkin belum mudeng di kuping lo, tapi tetap layak disimak! Hari kedua ditutup dengan headliner hari ini adalah Letto.

Pada hari Minggu animo penonton belum surut, kembali sejak pukul 10.00 Stadion Kridosono disesaki massa hingga larut malam. Pesta akhirnya diakhiri oleh ShaggyDog yang asli Jogja juga. Penutup hari terakhir Locstock ini sukses menunjukkan potensi Jogja sebagai salah satu barometer musik nasional. Walau diguyur hujan lebat tapi ngga menurunkan semangat penonton yang terus berjoget mengikuti irama ska ShaggyDog. Jogja ga ada matinya, Jakarta dan Bandung boleh takut nih!

Soundrenaline Kembali, Hanya di Bali

Festival musik tahunan Soundrenaline yang biasanya diadakan di beberapa kota, tahun ini akan hadir hanya di Bali, pada 15 November besok. Bukan berarti kemeriahannya berkurang, hajatan yang satu itu bakal menghadirkan 35 band. Mengusung tema "Lead The Beat", berbagai nama top seperti Ungu, Nidji, dan Andra & The Backbone tampil sebagai pengisi acara. Tahun ini ngga ada artis atau band luar yang tampil. Superman Is Dead sebagai band asli Bali bakal berkuasa sebagai tuan rumah nih kayaknya.

Soundrenaline yang disponsorin perusahaan rokok besar telah hadir sejak tahun 2002. Mulai tahun 2004 kerap dihadirkan beberapa nama internasional walaupun kelasnya kadang terlihat masih di bawah penampil lokal kita, boleh bangga lho nih.

Band kamu sendiri pernah tampil di festival mana? Ajang yang tepat buat mengasah skill manggung lho, dan yang terlebih lagi bisa jadi ajang kenalan dengan musisi-musisi senior. Banyak banget yang bisa kamu ambil dari mereka, mulai dari aksi panggung, skill bermusik, kefasihan komunikasi dengan penonton, malah siapa tau kalo emang jodoh bisa bikin musik bareng. Tapi inget, tiru yang positif-positifnya aja lho yaaaa. Kalau diajak aneh-aneh, tolak aja dengan sopan, jangan rusak karir kamu yang masih menapak deh!

Rabu, 11 November 2009

Steven Tyler Hengkang Dari Aerosmith?

Gosip kencang beredar kalau Steven Tyler, si vokalis berbibir dower dari Aerosmith, telah mengundurkan diri dari posisi yang telah ditempatinya selama hampir 40 tahun itu. Pernyataan ini terlontar dari Joe Perry, gitaris utama band tersebut, yang mengaku sudah lama tidak bertegur sapa dengan Tyler.

Aerosmith terakhir manggung bareng tanggal 6 Agustus kemarin di South Dakota, Amerika Serikat. Di show tersebut Tyler terjatuh dari panggung dan punggungnya patah, sehingga Aerosmith harus membubarkan sisa turnya. Kejadian tersebut membuat gusar anggota band lainnya dan menjadi puncak akan ketidakpuasan mereka terhadap komitmen Tyler ke band tersebut.


Perry mengaku sudah terpikir untuk mengganti posisi Tyler dengan orang lain. "Sayang rasanya bila empat orang (anggota Aerosmith lainnya) yang sudah bermain bersama dengan begitu baik harus disia-siakan. Kami belum tahu bagaimana langkah berikutnya, mungkin kami akan mencari pengganti posisi tersebut dan bisa terus memajukan Aerosmith."


Sayang sekali kalau sampai beneran terjadi ya. Steven Tyler sudah sangat ikonik sebagai vokalis. Duet Steven Tyler-Joe Perry kan bisa dibilang counterpart-nya Mick Jagger-Keith Richards di benua Amerika. Selain itu Tyler juga merupakan penulis lagu utama Aerosmith. Satu lagi pelajaran buat yang baru mulai ngeband nih: ngeband itu bukan cuma soal main musik bareng, tapi juga menjalin kekeluargaan. Kuncinya sih komunikasi dan toleransi aja. Moga-moga kemelut ini berakhir dengan bahagia deh.

Senin, 09 November 2009

The Beatles Rilis Seluruh Karyanya Lewat USB

Baru saja dua bulan yang lalu semua karya The Beatles dirilis ulang dalam bentuk CD remastered, kini pihak Apple Corps selaku pemegang hak rekaman The Beatles akan mengeluarkan format baru lagi yaitu seluruh karya The Beatles dalam format digital, disimpan di USB flash disk, dan dikemas dalam bentuk buah apel.

Rilisan ini terbatas banget, hanya dibuat 30.000 buah. Wuih kalo dibandingin sama fansnya The Beatles yang ada puluhan juta di dunia ini, pasti langsung abis lah ya. Walau harganya mahal, berkisar di USD 280, tapi kayaknya ga bakal menghalangi niat para fans fanatiknya deh.

Uniknya lagi, rilisan ini merupakan debut karya The Beatles dalam bentuk digital lho. Yap, selama ini tidak ada satupun lagu The Beatles yang dijual secara resmi dan legal dalam format digital, bahkan di retailer digital sebesar iTunes sekalipun.

Kapan keluarnya? Catet kalender kamu: 7 Desember 2009. Cocok banget buat hadiah natal ke bokap tuh.. atau buat sendiri aja kali yaa, hahahaha.

Jumat, 06 November 2009

Ellya Khadam Meninggal Dunia

Dunia musik tahun 2009 ini bagai tidak putus kabar duka ya. Pada tanggal 2 November 2009 kemarin telah berpulang ke pangkuanNya penyanyi dangdut legendaris Ellya Khadam. Penyanyi bernama asli Siti Alya Husnah dan lahir 77 tahun silam ini meninggal karena penyakit diabetes yang dideritanya.

Kalangan muda saat ini mungkin kurang mengenal nama beliau. Maklum masa-masa keemasannya adalah pada tahun 60an. Ia memulai karirnya dengan bernyanyi dari kampung ke kampung, hingga akhirnya diajak rekaman karena cengkok Melayu-nya yang khas.

Namanya mencuat setelah menulis dan menyanyikan lagu "Boneka Dari India", yang bisa dibilang merupakan cikal bakal lagu dangdut di Indonesia, yang memadukan cengkok Melayu dan bebunyian India. Selain di bidang tarik suara, karirnya di dunia film juga tak kalah hebatnya. Bing Slamet dan Benyamin S. merupakan langganan lawan mainnya pada dekade 70-an silam.

Berkat jasanya, kini musik dangdut menjadi identitas bangsa ini. Selamat jalan, "Boneka Dari India".

foto : www.
jaduls.wordpress.com

KPK di Dadaku, KPK di Hape-ku

Apa lagi coba berita nasional paling hangat saat ini kalau bukan perseteruan "buaya vs cicak" alias saling serang Kepolisian RI dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Semua perhatian media tersorot ke sini, dan beragam tokoh masyarakat memberikan dukungannya pada pihak yang mereka anggap benar.

Musisi gak ketinggalan dong. Sebuah kolaborasi antara Netral, Fariz RM, Once, Cholil “Efek Rumah Kaca” serta duo Kadri Jimmo The Prinzess of Rhythm menelurkan lagu "KPK Di Dadaku". Lagu ini "memelesetkan" lagu milik Netral yaitu "Garuda Di Dadaku" yang pernah dirilis untuk film berjudul sama. Lagu itu sendiri pun sebenarnya mengambil melodi lagu rakyat Papua, "Apuse".

Lagu ini dirilis gratis dan juga bisa kamu pakai buat jadi ringtone hp kamu. Tentunya emang ini tujuan dirilisnya lagu ini, biar semua orang bisa nunjukin dukungannya terhadap pihak yang didendangkan. Kamu siap pasang dukungan kamu juga? Unduh aja di sini.

Selasa, 03 November 2009

This Is REALLY It

Sesak rasanya dada ini begitu keluar bioskop setelah menonton "This Is It", film yang berisikan latihan-latihan terakhir Michael Jackson menjelang serial konser-konser yang urung terlaksana. Selama dua jam gue tersihir melihat dan mendengar seseorang yang udah ngga mungkin lagi bisa melakukan semua itu.

Kita udah ngga perlu bukti lagi betapa mengagumkannya Michael Jackson di panggung kali ya. Lewat film ini kita juga bakal liat kalo pas baru saat latihannya pun, dengan cuma usaha sedikit, ternyata dia sama mengagumkannya. Tanpa polesan efek teatrikal panggung, tanpa modifikasi suara di studio, tanpa guntingan dan suntingan video, semua bakatnya masih terlihat bersinar dengan natural. Padahal waktu itu usianya udah hampir 50 tahun!

Sosok Michael Jackson yang selama ini misterius dan selalu terkesan freaky sedikit banyak tertepiskan lewat film ini. Walau yang terekam cuma sekelumit sisi kehidupannya di belakang panggung, yang terlihat adalah seorang sosok penghibur jenius yang rendah hati. Setiap usaha musisi, staf, atau penari pendukungnya selalu diganjar dengan kalimat pujian "God bless you". Setiap petunjuk dan kritik disampaikan dengan tutur kata yang halus, seakan beneran ngga mau kalau yang denger sampai sakit hati. Dan ternyata latihan berbulan-bulan dengan dia ngga bikin orang jadi "biasa" juga liat dia tampil lho. Semua kru dan pendukung yang terlibat masih aja ternganga tiap kali liat Jackson tampil.

Film ini juga dengan elegan tidak mengeksploit kesedihan dan duka mendalam pasca meninggalnya Jackson. Sekalipun nggak pernah ada adegan yang merujuk kepada kepergian tragisnya, hanya 8 hari sebelum konser pertama dimulai. Bandingin dengan berita kematian artis lokal yang bisa ngga abis-abis dimuat di media sini, komplit dengan tangisan sanak keluarga sampai penggemar yang belom pernah ketemu sekalipun. Cuih.

Buat yang ngarepin bisa nonton konser penuh yang spektakuler, jelas salah. Di sini bahkan ngga ada adegan dia moonwalk, mungkin karena dia masih nyimpen gerakan pamungkasnya itu untuk latihan khusus. Sama kayak dia juga bilang ngga mau nyanyi dengan tenaga penuh pas latihan di sini.

Buat yang nonton untuk mengobati rindu akan Michael Jackson, salah juga. Nonton This Is It cuma bakal bikin elo makin merenungi betapa kita gagal mengapresiasi bakat seorang penghibur terbesar sepanjang masa, sewaktu dia hidup.

This Is It, Inilah Dia, peninggalan terakhir sang raja pop Michael Jackson untuk umat manusia.